Thursday, 19 October 2023

Playground Brakiasi







Playground Brakiasi


Playround yang kami pilih di Shigoto Sunshine adalah Brakiasi, mainan ini didesain untuk brakiasi/bergelantungan sehingga mampu melatih otot dan ketangkasan anak.

Manfaat lainnya yakni untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar anak, mengontrol keseimbangan, kreativitas, percaya diri, strategy, problem solving, fokus/konsentrasi dan masih banyak lagi.

Metode pengasuhan yang memanfaatkan brakiasi sebagai media stimulasi anak adalah metode Glenn Doman dan montessori. Brakiasi juga biasa disebut sebagai Jungle gym atau Monkey bar.

Brakiasi adalah alat yang sangat berguna dan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan otak dan tubuh, karena ia mampu membangun paru-paru serta memperkuat tubuh bagian atas.

Sama dengan aktivitas menaiki tangga dan setiap gerakan anak menggunakan alat ini, mampu memperkuat jalur sel saraf yang menghubungkan kedua sisi otak.

Stimulasi fisik si Kecil seperti bermain brakiasi/ monkey bar, merangkak, wall climbing, atau bermain dengan halang rintang berfungsi untuk mengoptimalkan kehebatan fisik, juga akal dan sosial si Kecil.


So, Playground Brakiasi ini sangat banyak manfaatnya yaa mom's. Anak-anak dipersilahkan bermain sebelum dan sesudah jam belajar mereka yaa.



Shigoto Sunshine

Let's Reach the Sun 🚀🚀🚀



Wednesday, 18 October 2023

Fakta Metode pembelajaran Montessori


Metode Montessori adalah salah satu jenis pendidikan untuk anak usia dini yang dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori. Metode ini menekankan pada kebebasan fisik  dan intelektual untuk anak.

Montessori percaya bahwa tiap anak terlahir dengan karakter yang berbeda-beda

“ Tiap anak berbeda dan semua harus diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan intelektual uniknya pada waktu yang tepat, tanpa tekanan dari orang lain. “


Berikut ini adalah fakta-fakta seputar metode pendidikan montessori yang perlu kita ketahui bersama :

1. Anak belajar secara mandiri 

Di dalam kelas montessori, terdapat banyak pilihan permainan dan kegiatan yang bisa dipilih oleh anak. Kemudian, anak akan memilih sendiri apa yang akan ia pelajari. Anak bisa belajar sendiri atau berkelompok dengan materi atau kegiatan yang dipilihnya. Sementara guru akan mengamati, memandu, memperkaya pengetahuan, dan memberi penilaian.

Dengan cara ini, anak-anak diharapkan dapat menemukan, mengeksplorasi, dan mengembangkan potensi maksimalnya masing-masing. Anak-anak pun diharapkan dapat menjadi pembelajar yang aktif dan mandiri serta siap menghadapi dunia nyata.

2. Tidak mengenal reward

Orangtua mungkin terbiasa memberi reward atau hadiah kepada si Kecil saat ia berhasil melakukan sesuatu. Tapi, tidak demikian dengan metode montessori. Metode pendidikan ini tidak mengenal reward atau bahkan punishment (hukuman).

Dengan kata lain, setiap anak yang mengikuti metode pembelajaran ini tidak memerlukan motivasi dari gurunya. Hal ini berangkat dari pemikiran dan prinsip Dr. Montessori yang percaya bahwa anak-anak belajar lebih baik ketika mereka memilih sendiri apa yang akan dipelajari. Dan hal ini juga mendukung sifat alami anak yang serba ingin tahu. 

3. Belajar keterampilan sehari-hari

Daripada melakukan aktivitas pura-pura (pretend play) seperti bermain jadi polisi atau dokter, di kelas montessori anak-anak akan lebih banyak diajarkan berbagai keterampilan sehari-hari yang membuatnya menjadi mandiri, misalnya cara menggunakan kaos kaki, sepatu, baju, dan celana. Mereka juga diajarkan cara memegang piring dan gelas, serta makan sendiri selayaknya orang dewasa.

4. Menggunakan materi konkret 

Saat mempelajari konsep abstrak seperti angka, metode montessori akan menggunakan materi konkret yang akan memperjelas tentang apa abstraksi itu. Misalnya, menggunakan kacang-kacangan untuk belajar mengenai angka, penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian.2 Dengan begitu, si Kecil akan lebih mudah memahami materi yang diberikan. 

5. Belajar dengan kelompok multi-usia

Berbeda dengan metode pendidikan konvensional yang menyatukan anak-anak yang berusia sama dalam satu jenjang kelas, ruang kelas montessori adalah lingkungan belajar yang multi-usia.

Jadi, anak-anak bisa saja belajar dengan teman-teman yang usianya lebih muda ataupun lebih tua darinya. Anak-anak yang lebih muda akan belajar dengan mengamati dan terus berlatih secara mandiri. Sedangkan anak-anak yang lebih besar melatih keterampilan seperti kepemimpinan.


Sumber  dari:

https://bebeclub.co.id/artikel/ibu-perlu-tahu/3-tahun-atas/fakta-seputar-metode-montessori


Mendukung Tumbuh Kembang Anak pada Masa Golden Age




"Golden age merupakan periode ketika anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Di masa ini anak memerlukan banyak stimulasi agar pertumbuhan dan perkembangnya bisa optimal.”

Golden age adalah usia ketika anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat maksimal. Bukan hanya dari segi fisik, melainkan dari kemampuan kognitif hingga kesehatan mental. Dengan pendampingan yang tepat dari orang tua, tentunya anak bisa bertumbuh dengan perilaku dan kepribadian yang baik.

Masa usia emas biasanya diartikan dari usia  0-5 tahun. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa ini bisa memengaruhi kondisi tahap perkembangan selanjutnya pada kehidupan anak.


Langkah Mendukung Tumbuh Kembang Anak pada Masa Golden Age

Lalu, apa saja yang perlu dilakukan orang tua untuk memastikan golden age anak bisa dilalui dengan baik? Berikut hal-hal yang bisa dilakukan orang tua:

1. Memberikan stimulasi terhadap motorik halus dan kasar

Pada masa usia emas, orang tua perlu memberikan stimulasi pada anak untuk merangsang motorik halus dan kasar. Motorik halus berkaitan dengan gerakan-gerakan pada tangan, jari, kaki, mulut, hingga lidah. Sedangkan motorik kasar berkaitan dengan menggerakan kepala, merangkak, melompat, hingga berjalan.

Orangtua bisa menyiapkan berbagai mainan yang sesuai dengan usia anak untuk merangsang kedua motorik. Lakukan secara rutin agar perkembangannya bisa berjalan dengan optimal.


2. Melatih kemampuan kognitif anak

Selain kemampuan motorik, masa golden age juga penting untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak. Kemampuan ini berkaitan dengan cara anak dalam memperoleh pengetahuan.

Ada beberapa cara yang bisa ibu lakukan tentunya disesuaikan dengan usia anak. Contohnya seperti bermain di luar ruangan, mengenalkan buku bacaan pada anak, memberikan mainan edukasi, hingga mengenalkan anak dengan musik yang sesuai usianya.


3. Memastikan asupan nutrisi dan gizi

Hal yang tidak kalah penting dalam memaksimalkan tumbuh kembang anak pada usia emas adalah pemberian asupan nutrisi yang tepat agar kebutuhan nutrisinya bisa terpenuhi dengan baik.

Ada beberapa makanan yang baik untuk mendukung tumbuh kembang, seperti pisang, alpukat, daging, ikan, brokoli, ubi, hingga yoghurt.


4. Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan anak

Jangan lupa untuk memberikan anak vaksinasi yang dibutuhkan agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, yang dapat memengaruhi proses tumbuh kembang pada masa emasnya. 

Ibu juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin untuk memastikan anak dalam kondisi sehat. Dengan pemeriksaan rutin, ibu bisa mencegah berbagai penyakit beserta komplikasinya dengan lebih dini. Hal ini membuat pengobatan dan penanganan menjadi lebih mudah untuk dilakukan.


Sumber dari :

https://www.halodoc.com/artikel/penjelasan-periode-golden-age-dalam-tumbuh-kembang-anak


Wednesday, 11 October 2023

Challenger Class




Challenger Class

Di kelas Challenger anak-anak belajar dalam kelompok yang lebih banyak, untuk kelas Challenger maksimal 20 siswa per-kelas. Kelas Challenger tidak menggunakan media pembelajaran seperti dikelas Apollo dan Kelas Saturn dalam pembelajarannya, karena bukan kelas montessori.

Akan ada banyak kegiatan seru di kelas Challenger seperti menari, bernyanyi bersama, art and craft, dan kelas challenger pun memiliki workbook untuk dikerjakan oleh masing-masing siswa dikelas.

Yuuk teman-teman yang ingin bergabung dikelas Challenger  jadwal kelas Challenger  Senin, Rabu dan Jumat jam 09.45-10.45 (durasi 60 menit).





 

Tuesday, 10 October 2023

Saturn Class


 

Saturn Class

Kelompok belajar di Kelas Saturn mulai usia 4-6 tahun. Metode belajar yang digunakan adalah Metode Montessori, banyak media yang kami gunakan agar anak-anak belajar lebih menyenangkan. Kelompok belajar di kelas Saturn maksimal 8 anak. Yuuk teman-teman yang ingin belajar dengan metode montessori dapat bergabung di Shigoto Sunshine Preschool.

Saturday, 7 October 2023

Apollo Class

Apollo Class 





 Membuat warna-warna pelangi dari Playdough.

Siapa yang tidak menyukai playdough, teksturnya yang lembut dan juga mudah dicetak pasti sangat disukai anak-anak. Kegiatan kelas Apollo kali ini anak-anak mempelajari warna-warna pelangi dengan menggunakan palydough. Disamping mempelajari warna anak-anak pun diasah kemampuan motorik halusnya. Bermain playdough bermanfaat untuk melatih koordinasi mata dengan tangan dan juga melatih keterampilan otot tangan, untuk usia pra sekolah.





Friday, 6 October 2023

Shigoto Sunshine English Course


Mengapa harus kursus bahasa inggris di Shigoto Sunshine?


Keunggulan kelas kami adalah kami mengedepankan anak-anak untuk aktif bercakap-cakap dengan bahasa inggris (Speaking and Listening). Di Shigoto Sunshine English Course anak-anak akan dibiasakan menggunakan bahasa inggris selama pelajaran berlangsung. Dan tentu saja untuk penulisan serta tata bahasa (Reading dan Writing) dipelajari seiiring mereka terbiasa berkomunikasi dengan bahasa inggris.

Jadi untuk teman-teman yang ingin jago ngomong bahasa inggris, tunggu apalagi...

Yuuk gabung bersama Shigoto Sunshine English Course.



Class Category :

- 3-5 Years Old (PG-TK)

- 6-8 Years Old (Grade 1-3)

- Grade 3-6

- Grade 7-9

- Grade 10-12

- Adult and Professionals (ask Bio for more info)


Notes:

- Number of students per- Class : 5-6 students

- Duration : 60 minutes

- Each class will have 8 sessions per month, 2 sessions per week



Shigoto Sunshine Preschool

Kelas Preschool di Shigoto Sunshine terdiri dari 3 kelas yaitu :


1. Kelas Apollo (usia 2-4 tahun)

Pembelajaran menggunakan metode Montessori dengan kapasitas anak maksimal 8 siswa disetiap kelasnya. Durasi Belajar 75 menit, dengan jadwal 8 kali pertemuan setiap bulan (1 minggu 2x pertemuan).


2. Kelas Saturn (usia 4-6 tahun)

Pembelajaran menggunakan metode Montessori dengan kapasitas anak maksimal 8 siswa disetiap kelasnya. Durasi Belajar 75 menit, dengan jadwal 8 kali pertemuan setiap bulan (1 minggu 2x pertemuan).


3. Kelas Challenger (usia 2-6 tahun)

Di kelas challenger anak-anak belajar dalam kelompok yang lebih banyak dengan kapasitas siswa maksimal 20 anak. Di kelas ini anak-anak tidak menggunakan media pembelajaran seperti di kelas Apollo dan Saturn yang menggunakan metode montessori. Kelas Challenger menggunakan buku untuk learning materialnya dan banyak kegiatan lain kelas seperti art and craft, singing and dancing. 






POP UP Class at Shigoto Sunshine

  Ada yang baru lhooo sekarang di Shigoto Sunshine. Kami sudah menyediakan pop up class yang mana anak-anak dapat bergabung dalam kelas per ...